Theoresia Rumthe

BRF_Speakers Profile_Theoresia Rumthe

Theo menerbitkan kumpulan puisi “Rona Kata” bersama teman-teman perempuannya di Bandung pada 2010. Ia juga menulis cerita pendek di buku “Perkara Mengirim Senja” (persembahan kepada Seno Gumira Ajidarma) pada tahun 2012.  Dengan enam teman lainnya, Theo menerbitkan lagi cerpen-cerpennya dalam buku “Menuju(h)” yang diterbitkan oleh Gagas Media pada tahun yang sama.  Buku kumpulan puisinya, “Tempat Paling Liar di Muka Bumi”, ditulis bersama Wessly Johannes, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada September 2016 dan sudah dicetak ulang.  Pada akhir 2017,  dua puisinya ikut dimuat dalam buku “Akulah Damai” yang  diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan  Terorisme bersama dengan penyair-penyair lainnya di seluruh Indonesia.  Bersmaa Wessly Johannes, ia kembali menulis buku puisi kedua mereka , “Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai”, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 16 April 2018. Buku puisi perdana miliknya berjudul “Selamat Datang, Bulan” diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 24 Juni 2019. Tidak hanya itu, “proyek keroyokannya” bersama Lala Bohang, Adimas Imanuel, Ibe S Palogai, dan Faisal Oddang bertajuk “Selfie(sh)” diterbitkan Pear Press X Gramedia Pustaka Utama pada 26 Juni 2019.