Organizer

Galuh adalah penari independen berbasis di Bandung. Jika menari menjadi kegiatan bergerak secara fisik, membaca baginya menggerakkan pikiran. Kepedulian pada literasi mendorongnya untuk menulis, ulasannya mengenai seni pertunjukan pernah dimuat majalah Tempo dan Jawa Pos, juga travelogue. Tahun 2015 ia terlibat dalam tim Indonesia bidang media dalam Frankfurt Book Fair. Tulisan rutinnya dapat dibaca di www.larashati.net.

Konsep & Koordinator Program – Galuh Pangestri

Galuh adalah penari independen berbasis di Bandung. Jika menari menjadi kegiatan bergerak secara fisik, membaca baginya menggerakkan pikiran. Kepedulian pada literasi mendorongnya untuk menulis, ulasannya mengenai seni pertunjukan pernah dimuat majalah Tempo dan Jawa Pos, juga travelogue. Tahun 2015 ia terlibat dalam tim Indonesia bidang media dalam Frankfurt Book Fair. Tulisan rutinnya dapat dibaca di www.larashati.net.
Raisa lahir dan besar di Banda Aceh. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Filsafat, UGM, Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di jurusan Sejarah Kolonial dan Global, Universiteit Leiden, Belanda, melalui skema beasiswa ENCOMPASS-Cosmopolis dan LPDP. Di Banda Aceh, ia ikut menginisiasi dan mengelola kegiatan Arisan Buku. Pada awal tahun 2018, Raisa terlibat dalam proyek riset kolaboratif "Site and Space in Southeast Asia" yang diinisiasi oleh The Power Institute dan Getty Foundation sebagai peneliti untuk kota Penang. Bersama kolektif Perkawanan Perempuan Menulis, Raisa juga menerima hibah Cipta Media Ekspresi untuk proyek penulisan "Merekam Ingatan Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek". Saat ini, Raisa berdomisili di Bandung.

Divisi Acara - Raisa Kamila

Raisa lahir dan besar di Banda Aceh. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Filsafat, UGM, Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di jurusan Sejarah Kolonial dan Global, Universiteit Leiden, Belanda, melalui skema beasiswa ENCOMPASS-Cosmopolis dan LPDP. Di Banda Aceh, ia ikut menginisiasi dan mengelola kegiatan Arisan Buku. Pada awal tahun 2018, Raisa terlibat dalam proyek riset kolaboratif “Site and Space in Southeast Asia” yang diinisiasi oleh The Power Institute dan Getty Foundation sebagai peneliti untuk kota Penang. Bersama kolektif Perkawanan Perempuan Menulis, Raisa juga menerima hibah Cipta Media Ekspresi untuk proyek penulisan “Merekam Ingatan Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek”. Saat ini, Raisa berdomisili di Bandung.
Dyah lahir dan besar di Solo. Mengambil pendidikan di bidang seni dan kerap menulis topik etnomusikologi. Sehari-hari mengajar di ISBI Bandung, UMN tangerang dan merupakan pelaku desain bunyi. Selain itu ia juga merintis dan mengelola komunitas Seratpena, sebuah media literasi musik dan sastra (www.seratpena.com).

Sekretariat – Dyah Murwaningrum

Dyah lahir dan besar di Solo. Mengambil pendidikan di bidang seni dan kerap menulis topik etnomusikologi. Sehari-hari mengajar di ISBI Bandung, UMN tangerang dan merupakan pelaku desain bunyi. Selain itu ia juga merintis dan mengelola komunitas Seratpena, sebuah media literasi musik dan sastra (www.seratpena.com).
Alrezky atau akrab disapa Aci, menyelesaikan pendidikan Sarana di Studio Seni Lukis ITB pada tahun 2013, kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di Program Magister Seni Rupa ITB pada tahun 2016. Saat ini aktif bekerja sebagai seniman dan desainer grafis. Dalam proses kekaryaan seninya, ia selalu tertarik untuk mengolah visual pixel dalam berbagai medium. Gagasan utama dan tema yang ia angkat sebagian besar mencakup hubungan antara representasi di atas layar dengan hal yang terjadi di realitas fisik. Pameran terakhir yang ia ikuti antara lain adalah “Instrumenta 2018: Sandbox” International Media Arts Festival di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Ia juga turut berpartisipasi dalam mengerjakan event identity “Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2017”.

Desainer – Alrezky Caesaria

Alrezky atau akrab disapa Aci, menyelesaikan pendidikan Sarana di Studio Seni Lukis ITB pada tahun 2013, kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di Program Magister Seni Rupa ITB pada tahun 2016. Saat ini aktif bekerja sebagai seniman dan desainer grafis. Dalam proses kekaryaan seninya, ia selalu tertarik untuk mengolah visual pixel dalam berbagai medium. Gagasan utama dan tema yang ia angkat sebagian besar mencakup hubungan antara representasi di atas layar dengan hal yang terjadi di realitas fisik. Pameran terakhir yang ia ikuti antara lain adalah “Instrumenta 2018: Sandbox” International Media Arts Festival di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Ia juga turut berpartisipasi dalam mengerjakan event identity “Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2017”.
Yoga lahir dan besar di kawasan Bandung Selatan. Beberapa tulisannya pernah dipublikasikan di media cetak dan online. Saat ini Yoga aktif di Panggung Minoritas dan komunitas literasi Kawah Sastra Ciwidey dengan misi membawa bacaan untuk anak-anak dan remaja di daerah Ciwidey dan sekitarnya. Sekarang bekerja di sebuah kantor penerbitan di Bandung.

Divisi Acara – Yoga Palwaguna

Yoga lahir dan besar di kawasan Bandung Selatan. Beberapa tulisannya pernah dipublikasikan di media cetak dan online. Saat ini Yoga aktif di Panggung Minoritas dan komunitas literasi Kawah Sastra Ciwidey dengan misi membawa bacaan untuk anak-anak dan remaja di daerah Ciwidey dan sekitarnya. Sekarang bekerja di sebuah kantor penerbitan di Bandung.
Ayu adalah aktivis sosial dalam isu HIV/AIDS. Ia juga merupakan bagian dari Dewan Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia, sebuah jaringan nasional pertama bagi perempuan Indonesia dengan HIV dan terdampak oleh AIDS. Di Bandung, Ayu aktif mengelola sekolah futsal, serta membangun Panggung Minoritas, sebuah komunitas yang aktif mengkampanyekan pemahaman gender.

Relasi Media – Ayu Oktariani

Ayu adalah aktivis sosial dalam isu HIV/AIDS. Ia juga merupakan bagian dari Dewan Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia, sebuah jaringan nasional pertama bagi perempuan Indonesia dengan HIV dan terdampak oleh AIDS. Di Bandung, Ayu aktif mengelola sekolah futsal, serta membangun Panggung Minoritas, sebuah komunitas yang aktif mengkampanyekan pemahaman gender.
Rena lahir dan besar di Jatiwangi. Menamatkan studi Fisika di Universitas Padjadjaran dan kini mengajar di sebuah perguruan tinggi di Bandung. Menginisiasi komunitas Seratpena yang mewadahi kegiatan musik dan sastra, ia juga aktif menulis di beberapa media cetak dan online tentang Perempuan Sunda dan Jatiwangi. Tahun 2017 Ia menerbitkan buku anak "Petualangan Rococo". 2018 menerima hibah perempuan Cipta Media Ekspresi. Di 2019 ia menjadi bagian dari Perempuan Lintas Batas di Institut Mosintuwu Poso.

Divisi Keuangan – Rena Amalika Asyari

Rena lahir dan besar di Jatiwangi. Menamatkan studi Fisika di Universitas Padjadjaran dan kini mengajar di sebuah perguruan tinggi di Bandung. Menginisiasi komunitas Seratpena yang mewadahi kegiatan musik dan sastra, ia juga aktif menulis di beberapa media cetak dan online tentang Perempuan Sunda dan Jatiwangi. Tahun 2017 Ia menerbitkan buku anak “Petualangan Rococo”. 2018 menerima hibah perempuan Cipta Media Ekspresi. Di 2019 ia menjadi bagian dari Perempuan Lintas Batas di Institut Mosintuwu Poso.
Evan adalah mahasiswa jurusan psikologi. Saat ini sedang menyelesaikan pendidikan lanjut profesi Psikologi di Bandung. Ia aktif terlibat dan terdaftar sebagai anggota komunitas sosial Sahabat Jiwa Indonesia. Tahun 2015 menjadi delegasi pada acara Indonesian Citizens Summit di Universitas Indonesia, di tahun yang sama menggagas Indonesian International Culture Festival di Salatiga, serta terlibat dalam Asean Children Festival 2016 di Bali yang juga melibatkan WOW bali sebagai rekan satu proyek. Evan aktif dalam proyek Pojok Kreator yang merupakan platform ide anak muda Bandung.

Divisi Logistik – Evan Jehian

Evan adalah mahasiswa jurusan psikologi. Saat ini sedang menyelesaikan pendidikan lanjut profesi Psikologi di Bandung. Ia aktif terlibat dan terdaftar sebagai anggota komunitas sosial Sahabat Jiwa Indonesia. Tahun 2015 menjadi delegasi pada acara Indonesian Citizens Summit di Universitas Indonesia, di tahun yang sama menggagas Indonesian International Culture Festival di Salatiga, serta terlibat dalam Asean Children Festival 2016 di Bali yang juga melibatkan WOW bali sebagai rekan satu proyek. Evan aktif dalam proyek Pojok Kreator yang merupakan platform ide anak muda Bandung.